09 Juni 2011

Sunnah Dzikir Setelah Sholat Kamis

Para ulama sedunia telah sepakat bahwa sunnat hukumnya bagi kaum muslimin untuk melakukan dzikir setelah selesai sholat fardhu lima waktu. Bahkan, juga disunnatkan membaca dzikir-dzikir setelah selesai melakukan sholat-sholat sunnat. Ada banyak sekali hadis-hadis Nabi yang shahih berkenaan dengan dzikir setelah selesai melaksanakan sholat. Sedangkan lafazh-lafazh (bacaan-bacaan) dzikir yang diajarkan pun berbeda-beda satu dengan lainnya.

Dalil yang masyhur tentang dzikir dan doa setelah selesai sholat adalah hadis dari Abi Umamah radhiyallahu ‘anhu yang menceritakan: “Telah ditanyai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, “Kapankah doa didengar (dimustajabkan) oleh Allah?” Rasul menjawab: “Doa yang dilakukan di tengah malam dan setelah selesai melaksanakan sholat fardhu lima waktu (Hadis Riwayat Imam Turmidzi, hasan shahih).

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam telah menunjukkan kepada kita bahwa dzikir setelah selesai sholat itu sunnat hukumnya dan dilakukan dengan mengeraskan suara. Nabi dan para Sahabat melakukan dzikir dengan suara keras ini pada zaman Nabi masih hidup. Dengan demikian tuduhan bahwa berdzikir dengan suara keras adalah perbuatan bid’ahsama sekali tidak ada dasarnya. Malah perbuatan yang sunnah adalah mengeraskan suara saat berdzikir setelah selesai sholat lima waktu itu.

Ada juga sebahagian kecil kaum muslimin yang mengatakan bahwa jika selesai sholat fardhu orang-orang melakukan dzikir bersuara, maka hal ini akan mengganggu kekhusyu’an orang-orang yang ingin melaksanakan sholat sunnat. Perkataan mereka itu hanya pendapat akal semata, dan tidak ada landasan hadisnya sama sekali. Sayangnya, meskipun hanya berdasarkan pendapat akal saja, mereka berani melarang orang untuk berdzikir dengan bersuara keras di masjid-masjid. Padahal kalau dilihat pada hadis Nabi, melarang orang melakukan dzikir dengan bersuara di masjid justru merupakan perbuatan yang melanggar sunnah Nabi, karena tidak didapati sepotong hadis pun yang Nabi melarang umat melakukan dzikir bersuara itu.

Perkataan mereka yang mengatakan dzikir itu mengganggu orang sholat sunnat juga keliru, sebab Nabi telah mengajarkan agar setelah selesai sholat fardhu, afdholnya kaum muslimin berdzikir terlebih dahulu, bukan langsung buru-buru melakukan sholat sunnat tanpa berdzikir terlebih dahulu. Tegasnya, dzikir setelah selesai sholat adalah perintah Nabi! Lantas bagaimana perbuatan yang hanya didasarkan pada pendapat akal dapat diterima, sampai dipakai pula untuk tmenggusur sunnah Nabi yang ada dalam hadis-hadis shahih…..?

Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma, saudara sepupu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam telah menceritakan sebuah hadis yang shahih. Hadis itu berbunyi, “Kami mengetahui Nabi dan para Sahabatnya telah selesai mengerjakan sholat fardhu di masjid dengan mendengar suara takbir mereka……”(Hadis Riwayat Bukhari Muslim). Dalam hadis yang lain, Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma mengatakan, “Adalah berdzikir dengan mengeraskan suara setelah selesai mengerjakan sholat fardhu telah dilakukan pada zaman Rasulllah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Dan aku mengetahui mereka telah selesai mengerjakan sholat fardhu itu karena mendengar suara dzikirnya itu.” (Hadis Riwayat Bukhari Muslim, Lihat kitab Al Adzkar Imam Nawawi, halaman 77).

Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma mendengar suara Nabi dan Sahabat berdzikir sampai terdengar ke rumah beliau tentu karena suara dzikir itu keras. Jika dzikirnya tidak bersuara, bagaimana mungkin beliau mendengar suara dzikir tersebut? Saat mendengarkan suara dzikir Nabi dan para Sahabat, diyakini Abdullah bin Abbas saat itu masih kecil dan belum ikut sholat berjama’ah ke Masjid Nabawi.

Keterangan dalil berdzikir bersuara ini telah dibahas secara panjang lebar oleh Imam Ibnu Hajar Al Asqalani, dalam Kitab Fathul Bari, Syarah Hadis Bukhari, Jilid II, halaman 591-610.Dan seorang ulama salafy, Syekh Utsaimin pun sudah mengakui sunnah hukumnya berdzikir bersuara itu dalam kitab Ensiklopedi Bid’ah. Namun, meskipun demikian, jika ada yang mau mengerjakan dzikir itu tanpa bersuara, menurut faham Ahlussunnah Wal Jama’ah masih merupakan amalan sunnah juga.

Beberapa bacaan-bacaan dzikir dan doa yang telah dibuat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pada masa hidup beliau, antara lain:

  1. Dari Tsauban radhiyallahu ‘anhu beliau mengatakan bahwa Rasulullah beristighfar(membaca astaghfirullahal ‘azhim) tiga kali setiap selesai sholat. Kemudian Nabi membaca doa, “Allahumma antassalam wa minkassalam tabarakta ya dzaljalali wal Ikram.” (Ya Allah Engkaulah Assalam, dan dari Engkaulah segala Keselamatan, Maha Mulia Engkau Wahai Yang Memiliki Keperkasaan dan Kemuliaan). (Hadis Riwayat Imam Muslim).
  2. Dari Al Harits at Tamimi radhiyallahu ‘anhu adalah Rasulullah telah mengajarkan kepadanya secara diam-diam (berbisik): “Apabila engkau telah selesai mengerjakan sholat magrib, maka bacalah olehmu, “Allahumma ajjirni minannaar” (Ya Allah selamatkan aku daripada azab neraka) sebanyak 7 kali, karena apabila engkau mati pada malam itu ketika engkau telah membaca doa tadi, maka wajib atasmu apa yang kau minta itu. Apabila engkau selesai sholat subuh maka bacalah doa yang sama sebanyak 7 kali, karena sesungguhnya jika engkau mati di siang harinya, maka wajiblah atasmu apa yang engkau minta (yakni kebebasan dari neraka).” (Hadis Riwayat Muslim dan Abu Dawud).
  3. Dari Al-Mughirah bin Syu’bah radhiyallahu ‘anhu, adalah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam apabila telah selesai mengerjakan sholat dan memberi salam maka Beliau berdoa: “Laa ilaha illallah wahdahu la syarikalah, lahulmulku wa lahulhamdu wahuwa ‘ala kulli sya-in qadir.” (Tiada Tuhan yang disembah selain Allah, Maha Esa lagi tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nyalah segala kekuasaan, dan bagiNyalah segala Pujian, dan Dia atas segala sesuatu Maha Kuasa). (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim). Tetapi ada tambahan kalimat yuhyi wa yumit (Yang Maha Menghidupkan dan Maha Mematikan), setelah kata wa lahulhamdu. Bacaan ini sudah biasa diamalkan oleh kaum muslimin di Indonesia selama ratusan tahun pula. Amalan dan tambahan kalimat itu dikutip dari Hadis Riwayat Imam Turmudzi, Hasan Shohih. Hal ini penting kami tuliskan karena ada segelintir umat Islam yang rajin menuduh bid’ah kepada orang yang menambahkan kalimat yuhyi wa yumit itu, padahal sebenarnya tambahan kalimat ini justru sunnah Nabi, bukan bid’ah!
  4. Kemudian Nabi membaca doa: “Allahumma laa mani’a lima a’thaita, wa laa mu’thiya lima mana’ta wa laa yanfa’ul jad minkal jad.” (Ya Allah,tiada yang dapat mencegah akan apa yang telah Engkau berikan, dan tidak ada yang dapat memberi akan apa yang telah Engkau cegah. Dan tidak memberi manfaa orang yang memiliki kesungguhan, karena kesungguhan adalah dari Engkau. (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim).
  5. Kemudian Nabi juga ada membaca doa: ”La hawla wala quwwata illa billahi, la ilaha illah wa la na’budu illa iyyahu, lahunni’matul walfadhlu walahutstsina-ul hasanu, La ilaha illah mukhlishina lahuddina, walaukarihal kafirun.” (Hadis Riwayat Muslim). Abdullah bin Zubair radhiyallahu ‘anhu mengatakan bahwa Nabi menyuarakan takbir ini setiap selesai sholat lima waktu. Ini juga merupakan salah satu lagi dalil berdzikir bersuara (jahar) setelah sholat fardhu. (Lihat Al-Adzkar, Imam Nawawi halaman 77).
  6. Rasulullah ada mengajarkan para shahabat yang miskin-miskin untuk melakukan dzikir setelah sholat fardhu: “Ucapkanlah olehmu, “Subhanallah, Alhamdulillah, dan Allahu Akbar setelah selesai sholat fardhu sebanyak 33 kali”. (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim). Hadis ini lebih dijelaskan lagi dalam syarah hadis Abu Sholih yakni orang yang meriwayatkan hadis ini langsung dari Abu Hurairah bahwa cara mengerjakannya adalah sekaligus digabungkan/disatukan seperti ini: “Subhanallah…walhamdulillah…wallahu Akbar…semuanya total berjumlah 33 kali. Dalam hadis riwayat Imam Muslim dari Ka’ab bin Ujrah radhiyallahu ‘anhu, Nabi telah bersabda: “Senantiasa tidak kecewa orang yang membaca dzikir setelah sholat fardhu dengan kalimat; Subhanallah 33 kali, Alhamdulillah 33 kali, dan Allahu Akbar 34 kali.” (Hadis Riwayat Muslim). Dzikir ini dibuat secara terpisah, tidak bergabung menjadi satu seperti amalan hadis yang sebelumnya.” Meskipun cara ini sedikit berbeda, namun tetap sunnah dan telah diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Dalam hadis yang lain dikatakan setelah membaca Subhanallah 33 kali, Alhamdulillah 33 kali, Allahu Akbar 33 kali, maka hendaklah disempurnakan menjadi seratus kali dengan kalimat, ; “La ilaha illallah wahdahu laa syarikalah lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadir”. Maka siapa yang melakukan hal ini akan diampunkan Allah seluruh dosa-dosanya walau dosanya sebanyak buih di lautan. (Hadis Riwayat Muslim).
  7. Dan diriwayatkan dalam kitab Ibnu Sunni oleh Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu telah berkata dia: “Adalah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam jika telah selesai mengerjakan sholatnya, maka Beliau mengusap keningnya dengan tangan kanannya kemudian beliau membaca, “Asyhadu anlaa ilaaha illallah, arrahmaanurrahim, Allahummadz hib ‘annil hamma wal hazan.” (Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Mengasihani, Ya Allah buanglah daripadaku kegunda-gulanaan dan kesedihan).
  8. Dan diriwayatkan dengan sanad yang shahih dalam kitab Sunan Abu Dawud danNasai dari Mu’adz bin radhiyallahu ‘anhu: “Adalah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam telah memegang tanganku seraya Nabi bersabda, “Wahai Mu’adz, demi Allah sesungguhnya aku sangat mencintaimu. Kemudian Beliau menyambung ucapannya lagi, “Aku berwasiat kepadamu wahai Mu’adz, janganlah engkau meninggalkan bacaan dzikir ini setelah selesai melakukan sholat. Ucapkanlah olehmu, “Allahumma a’inni ‘alaa dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatik.” (Ya Allah, tolonglah aku dalam mengingatMu dan bersyukur kepadaMu dan beribadah kepadaMu dengan sebaik-baiknya).

Wallahu A’lam Bishshowab

Ziarah Kubur dan Hubungan Dengan Si Mayit Senin

Di dalam aqidah Ahlusunnah wal Jama’ah diyakini sejak zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sampai zaman kini, bahwa orang yang sudah mati itu masih mempunyai hubungan dengan orang yang hidup. Pada sisi orang yang masih hidup jelas mereka memiliki kasih sayang kepada orang yang sudah mati, terutama ahli keluarga dan sanak famili mereka. Disisi lain, orang-orang yang sudah mati masih mengharapkan adanya doa untuk mereka setelah mereka dikuburkan, dan masih mengharapkan pertolongan dengan orang-orang yang mereka cintai yang masih tinggal dan hidup di atas dunia ini.

Ada banyak sekali hadis-hadis yang menceritakan akan pentingnya ziarah kubur dan mendoakan orang-orang yang sudah mati itu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri pada awal-awal Islam memang pernah ‘dilarang’ Allah untuk menziarahi kubur, akan tetapi kemudian larangan itu di-mansukh-kan oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Dengan demikian, pelarangan terhadap kaum muslimin untuk melakukan ziarah kubur telah pun dihapuskan. Justru kemudian hukum Islam yang berlaku adalah bahwa ziarah kubur itu sunnat karena diperintahkan oleh Nabi dengan seizin Allah.

Hal ini tergambar pada hadis Nabi yang berbunyi: “Dulu aku melarang kamu berziarah kubur, namun sekarang berziarah kuburlah kamu sekalian.” (H.R. Muslim). Dengan demikian, maka hadis Nabi yang mengatakan “Sesungguhnya Allah melaknat wanita-wanita yang ziarah kubur” menjadi terhapus (mansukh) hukumnya, alias tidak dilarang lagi. Hal ini terbukti dengan adanya kisah dari Rasulullah di mana Baginda Rasul pernah melihat seorang wanita yang menangis di sisi kuburan keluarganya. Dan, saat itu Nabi hanya memerintahkan wanita itu untuk bertakwa dan bersabar saja. (H.R. Bukhari Muslim). Jika seandainya wanita diharamkan berziarah kubur, maka sudah pasti Nabi akan menyuruh perempuan itu pulang dan meninggalkan kuburan keluarganya tersebut, dan bukannya menyuruh wanita itu untuk bersabar, tanpa memerintahkannya pergi dari kuburan tersebut. (lihat Majmu’ Syarah Muhadzdzab, Imam Nawawi, jilid 6 halaman 439, cetakan Abbas bin Ahmad Baz, Mekkah, 2002).

Dalam hadis yang lain, Sayyidatuna Aisyah pernah bertanya tentang doa yang akan beliau baca saat ziarah kubur dan Nabi mengajari Sayyidah Aisyah doa itu untuk diamalkan saat melakukan ziarah kubur (H.R. Muslim). Ini juga merupakan bukti lain bahwa Nabi tidak melarang Sayyidah Aisyah berziarah kubur. Padahal dimaklumi bahwa Sayyidah Aisyah itu seorang wanita pula. Di sisi lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri sering sekali melakukan ziarah kubur. Diriwayatkan juga dalam kitab Majmu’ Syarah Muhadzdzab,bahwa Siti Aisyah sering melihat baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pada malam hari dari kejauhan sedang berziarah kubur di Baqi’, sebuah bukit di dekat Masjid Nabawi dan rumah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam (H.R. Muslim dan Nasa’i). Dalam hal ini Nabi mengajarkan doa-doa yang sunnat dilakukan oleh orang yang berziarah. Selain doa juga disunatkan mengucapkan salam kepada ahli kubur itu. Telah sepakat Imam Syafi’i dan seluruh sahabat beliau bahwa sunnat hukumnya membacakan ayat al-qur’an yang mudah bagi peziarah, berdoa di sisi kuburnya serta berdoa atas mayit.

Perlu dicatat, jika seandainya orang yang sudah mati itu tidak mampu mendengar dan melihat kedatangan orang yang menziarahi kuburnya, untuk apa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kita mengucapkan salam kepada mereka yang sudah mati itu? Dan untuk apa pula Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengucapkan salam kepada mereka yang sudah mati andaikata orang-orang yang sudah mati itu tidak dapat mendengar dan melihat orang-orang yang menziarahinya?

Dalam sebuah hadis diceritakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajari orang-orang manakala pergi ke kuburan hendaklah mengucapkan ucapan sebagai berikut:“Keselamatan atas kamu, wahai para penghuni kubur dari kalangan mukminin dan muslimin. Sesungguhnya Insya Allah kami juga akan menyusul kamu. Dan kami memohon‘afiat kepada Allah untuk kami dan kamu sekalian.” (H.R. Muslim, shahih).

Dalam hadis lain diriwayatkan oleh Imam Muslim, dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwa beliau pernah bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tentang apa yang diucapkan Nabi pada saat memohon ampunan untuk penghuni kubur. Nabi menjawab ucapkanlah: “Keselamatan atas kamu para penghuni kubur dari kalangan mukminin dan muslimin. Mudah-mudahan Allah merahmati orang-orang terdahulu dari kami dan orang-orang yang terkemudian. Sesungguhnya kami juga insya Allah akan menyusul kamu.” (H.R. Muslim, kitab Al-Janaiz, jilid 2 halaman 669).

Orang Mati Mengenal dan Bisa Berkata Kepada Orang yang Hidup

Syeikh Ibnu Qayyim al Jauzi dalam kitab ar-Ruh menceritakan betapa orang yang sudah mati masih dapat mengenali orang-orang yang hidup yang datang menziarahi kubur-kubur mereka. Al-Hafidh Abi Muhammad mengungkapkan bahwa Abu Umar bin Abi Darr telah menerangkan sebuah hadis yang bersumber dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhu.Dalam hadis ini diungkapkan bahwa Nabi telah bersabda: “Tiadalah seseorang melewati kuburan sesama mukmin yang mana orang itu dikenalnya, seraya mengucapkan salam kepada orang mukmin yang mati yang dikenalnya itu, melainkan orang yang mati itu pasti mengenal orang yang memberikan salam kepadanya dan membalas ucapan salamnya itu.”

Hadis yang senada dengan ini ada diriwayatkan secara marfu’ dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Dengan tambahan “Jika orang itu tidak mengenal si penghuni kubur, namun dia tetap mengucapkan salam kepada ahli kubur itu, maka si penghuni kubur itu hanya akan membalas salamnya saja.” (lihat kitab ar-Ruh, Ibnu Qayyim Al-Jauzi, halaman 6 dan 7,cetakan Darul Fikri, Beirut, 1989). Dalam hadis lain Rasulullah bersabda: “Tiadalah seseorang yang menziarahi kubur saudaranya seraya duduk di dekat kuburnya itu, melainkan penghuni kubur akan merasa senang kepadanya sehingga orang itu beranjak pergi dari kuburnya.” (H. R. Imam Abu Dawud, lihat kitab Al-Manasik jilid 2 halaman 224). Riwayat ini menunjukkan bahwa ziarah kubur itu menyenangkan hati para ahli kubur!

Di dalam hadis yang lain juga ada diriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda: “Tidaklah seseorang yang menyampaikan salam kepadaku (setelah aku wafat) melainkan Allah akan mengembalikan roh-ku sehingga aku pun bisa membalas salam orang tersebut.” (H.R. Imam Abu Dawud, Lihat kitab Al-Manasik, jilid 2 halaman 224).

Dari keterangan di atas jelaslah bagi kita bahwa ziarah kubur itu bermanfaat untuk diri kita sebagai pengingat akan kematian dan melembutkan jiwa nurani kita sehingga kita lebih mudah mendekatkan diri kepada Allah, takut kepada Allah, dan terhenti dari berbuat maksiat kepada Allah. Sementara hadis terakhir membuktikan kepada kita bahwa Nabi di dalam kuburnya pasti masih hidup karena seluruh dunia ada 1,5 milyar kaum muslimin yang setiap detik, setiap saat senantiasa dan tidak pernah berhenti mengucapkan salam kepada baginda Rasulullah saw.

Sungguh malang orang yang beranggapan bahwa orang yang sudah mati terputus hubungannya dengan orang yang masih hidup. Dengan faham yang keliru ini, betapa banyak kita lihat sekarang ini kuburan-kuburan kaum muslimin terlantar dengan rumput-rumput lebat dan tebal yang menghiasi kuburan mereka. Kenapa hal ini bisa terjadi? Tidak lain jawabnya karena ahli keluarga, anak dan cucunya, memahami bahwa hubungan telah putus dengan si mati. Jadilah kuburan keluarga mereka terlantar dan tidak terurus, sebab merasa mengurus kubur dan menziarahinya adalah sebuah perkara yang sia-sia, tidak ada manfa’atnya sama sekali!

Banyak orang hari ini mengatakan buat apa ziarah kubur, tokh kita dapat saja mendoakan keluarga kita yang sudah wafat dari mana saja tanpa mesti susah-payah mendatangi kubur mereka! Dalam hal ini mestilah dilihat bahwa berdoa dan ziarah adalah dua hal yang berbeda, merupakan dua amal yang berbeda pula. Benar, bahwa berdoa untuk mayit dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja tanpa memandang tempat. Jika doanya dilakukan dengan ikhlas, pasti akan terkabul dan didengar Allah. Namun, ziarah kubur tidak sama dengan doa untuk mayit. Berdoa adalah satu perintah tersendiri. Sedangkan berziarah kubur adalah satu perintah yang lain lagi (H.R. Imam Ahmad, Muslim dan Ibnu Majah). Jika kita berziarah kubur kemudian berdoa di sisi kuburnya, maka kita sudah melakukan dua perintah Nabi sekaligus. Pertama ziarah, dan kedua berdoa!

Kasihan dan sungguh malang nasib mereka para ahli kubur yang meninggalkan anak cucu berpaham keliru tentang hubungan orang yang hidup dan orang yang mati. Di mana dalam pandangan mereka orang mati sudah putus hubungan sama sekali dengan orang yang hidup. Jadilah kubur mereka terlantar mengenaskan, karena bertahun-tahun tidak diziarahi dan diurus oleh keluarga mereka. Padahal kubur Bapak Nabi masih ada dan terurus di Jalan Thuwa, Madinah, sementara kubur Ibu Nabi masih ada dan terurus di Abwa’, 120 Kilometer dari Madinah (Dan, ini sudah berlangsung 1400 tahun lebih). Sementara Nabi, menurut hadis shohih pernah menziarahi kubur bapak-ibu beliau dengan izin Allah. Kubur Imam Syafi’i juga masih diurus orang di Kairo, Mesir. Kubur Ibnu Taimiyah, Syekh besar Salafi juga masih terurus di Heran. Begitu juga kubur para Syekh, Ulama, dan Raja Saudi Arabia semuanya terurus rapi dan masih diziarahi oleh para pengikut, serta anak cucu mereka.

Jika demikian, alangkah malangnya andai di Indonesia ada yang menganggap bahwa ziarah kubur hanyalah perbuatan sia-sia, mubazir, bahkan salah satu sarana kemusyrikan pula, sehingga akibatnya, berpuluh-puluh tahun leluhur mereka menangis dan kesepian di dalam kubur, sebab tidak pernah sekalipun diziarahi anak-cicitnya……!

Wallahu a’lam bisshowab

21 November 2008

EMPATI By: Andy F Noya

== sekedar copy paste, untuk renungan kita bersama ==

Suatu malam, sepulang kerja, saya mampir di sebuah restoran cepat saji
di kawasan Bintaro. Suasana sepi. Di luar hujan. Semua pelayan sudah berkemas.
Restoran hendak tutup. Tetapi mungkin melihat wajah saya yang memelas
karena lapar, salah seorang dari mereka memberi aba-aba untuk tetap
melayani. Padahal, jika mau, bisa saja mereka menolak.

Sembari makan saya mulai mengamati kegiatan para pelayan restoran. Ada
yang menghitung uang, mengemas peralatan masak, mengepel lantai dan ada pula
yang membersihkan dan merapikan meja-meja yang berantakan.

Saya membayangkan rutinitas kehidupan mereka seperti itu dari hari ke hari.
Selama ini hal tersebut luput dari perhatian saya. Jujur saja, jika
menemani anak-anak makan di restoran cepat saji seperti ini, saya tidak
terlalu hirau akan keberadaan mereka. Seakan mereka antara ada dan tiada.
Mereka ada jika saya membutuhkan bantuan dan mereka serasa tiada jika
saya terlalu asyik menyantap makanan.

Namun malam itu saya bisa melihat sesuatu yang selama ini seakan tak
terlihat. Saya melihat bagaimana pelayan restoran itu membersihkan
sisa-sisa makanan di atas meja. Pemandangan yang sebenarnya biasa-biasa
saja. Tetapi, mungkin karena malam itu mata hati saya yang melihat,
pemandangan tersebut menjadi istimewa.

Melihat tumpukan sisa makan di atas salah satu meja yang sedang
dibersihkan, saya bertanya-tanya dalam hati: siapa sebenarnya yang baru
saja bersantap di meja itu? Kalau dilihat dari sisa-sisa makanan yang
berserakan, tampaknya rombongan yang cukup besar. Tetapi yang menarik
perhatian saya adalah bagaimana rombongan itu meninggalkan sampah bekas
makanan.

Sungguh pemandangan yang menjijikan. Tulang-tulang ayam berserakan di
atas meja. Padahal ada kotak-kotak karton yang bisa dijadikan tempat sampah.
Nasi di sana-sini. Belum lagi di bawah kolong meja juga kotor oleh
tumpahan remah-remah. Mungkin rombongan itu membawa anak-anak.

Meja tersebut bagaikan ladang pembantaian. Tulang belulang berserakan.
Saya tidak habis pikir bagaimana mereka begitu tega meninggalkan sampah
berserakan seperti itu. Tak terpikir oleh mereka betapa sisa-sisa
makanan yang menjijikan itu harus dibersihkan oleh seseorang, walau dia seorang
pelayan sekalipun.

Sejak malam itu saya mengambil keputusan untuk membuang sendiri sisa
makanan jika bersantap di restoran semacam itu. Saya juga meminta
anak-anak melakukan hal yang sama. Awalnya tidak mudah. Sebelum ini saya juga
pernah melakukannya. Tetapi perbuatan saya itu justru menjadi bahan tertawaan
teman-teman. Saya dibilang sok kebarat-baratan. Sok menunjukkan pernah
ke luar negeri. Sebab di banyak negara, terutama di Eropa dan Amerika,
sudah jamak pelanggan membuang sendiri sisa makanan ke tong sampah. Pelayan
terbatas karena tenaga kerja mahal.

Sebenarnya tidak terlalu sulit membersihkan sisa-sisa makanan kita.
Tinggal meringkas lalu membuangnya di tempat sampah. Cuma butuh beberapa menit.
Sebuah perbuatan kecil. Tetapi jika semua orang melakukannya, artinya
akan besar sekali bagi para pelayan restoran.

Saya pernah membaca sebuah buku tentang perbuatan kecil yang punya arti
besar. Termasuk kisah seorang bapak yang mengajak anaknya untuk
membersihkan sampah di sebuah tanah kosong di kompleks rumah mereka.
Karena setiap hari warga kompleks melihat sang bapak dan anaknya membersihkan
sampah di situ, lama-lama mereka malu hati untuk membuang sampah di situ.

Belakangan seluruh warga bahkan tergerak untuk mengikuti jejak sang
bapak itu dan ujung-ujungnya lingkungan perumahan menjadi bersih dan sehat.
Padahal tidak ada satu kata pun dari bapak tersebut. Tidak ada slogan,
umbul-umbul, apalagi spanduk atau baliho. Dia hanya memberikan
keteladanan. Keteladanan kecil yang berdampak besar.

Saya juga pernah membaca cerita tentang kekuatan senyum. Jika saja
setiap orang memberi senyum kepada paling sedikit satu orang yang dijumpainya
hari itu, maka dampaknya akan luar biasa. Orang yang mendapat senyum akan
merasa bahagia. Dia lalu akan tersenyum pada orang lain yang dijumpainya.
Begitu seterusnya, sehingga senyum tadi meluas kepada banyak orang. Padahal
asal mulanya hanya dari satu orang yang tersenyum.

Terilhami oleh sebuah cerita di sebuah buku "Chicken Soup", saya kerap
membayar karcis tol bagi mobil di belakang saya. Tidak perduli siapa di
belakang. Sebab dari cerita di buku itu, orang di belakang saya pasti
akan merasa mendapat kejutan. Kejutan yang menyenangkan. Jika hari itu dia
bahagia, maka harinya yang indah akan membuat dia menyebarkan virus
kebahagiaan tersebut kepada orang-orang yang dia temui hari itu. Saya
berharap virus itu dapat menyebar ke banyak orang.

Bayangkan jika Anda memberi pujian yang tulus bagi minimal satu orang
setiap hari. Pujian itu akan memberi efek berantai ketika orang yang
Anda puji merasa bahagia dan menularkan virus kebahagiaan tersebut kepada
orang-orang di sekitarnya.

Anak saya yang di SD selalu mengingatkan jika saya lupa mengucapkan kata
"terima kasih" saat petugas jalan tol memberikan karcis dan uang kembalian.
Menurut dia, kata "terima kasih" merupakan "magic words" yang akan
membuat orang lain senang. Begitu juga kata "tolong" ketika kita meminta bantuan
orang lain, misalnya pembantu rumah tangga kita.

Dulu saya sering marah jika ada angkutan umum, misalnya bus, mikrolet,
bajaj, atau angkot seenaknya menyerobot mobil saya. Sampai suatu hari
istri saya mengingatkan bahwa saya harus berempati pada mereka. Para supir
kendaraan umum itu harus berjuang untuk mengejar setoran. "Sementara
kamu kan tidak mengejar setoran?'' Nasihat itu diperoleh istri saya dari
sebuah tulisan almarhum Romo Mangunwijaya. Sejak saat itu, jika ada kendaraan
umum yang menyerobot seenak udelnya, saya segera teringat nasihat istri tersebut.

Saya membayangkan, alangkah indahnya hidup kita jika kita dapat membuat
orang lain bahagia. Alangkah menyenangkannya jika kita bisa berempati
pada perasaan orang lain. Betapa bahagianya jika kita menyadari dengan
membuang sisa makanan kita di restoran cepat saji, kita sudah meringankan
pekerjaan pelayan restoran.

Begitu juga dengan tidak membuang karcis tol begitu saja setelah
membayar, kita sudah meringankan beban petugas kebersihan. Dengan tidak membuang
permen karet sembarangan, kita sudah menghindari orang dari perasaan
kesal karena sepatu atau celananya lengket kena permen karet.

Kita sering mengaku bangsa yang berbudaya tinggi tetapi berapa banyak di
antara kita yang ketika berada di tempat-tempat publik, ketika membuka
pintu, menahannya sebentar dan menoleh kebelakang untuk berjaga-jaga
apakah ada orang lain di belakang kita? Saya pribadi sering melihat orang yang
membuka pintu lalu melepaskannya begitu saja tanpa perduli orang di
belakangnya terbentur oleh pintu tersebut.

Jika kita mau, banyak hal kecil bisa kita lakukan. Hal yang tidak
memberatkan kita tetapi besar artinya bagi orang lain. Mulailah dari
hal-hal kecil-kecil. Mulailah dari diri Anda lebih dulu. Mulailah
sekarang juga.

17 September 2008

KANTUNG EMPEDU – BATU GINJAL

Indikasi awal kanker & tumor biasanya diawali dengan penuhnya kantung
empedu dengan batu. Semua orang cenderung empedunya berisi batu, tetapi
pada kondisi tertentu akan jadi penyakit, Artikel paling bawah ini telah memberi saya jalan keluar, dimana 4 dokter memastikan saya harus dioperasi.
Karena beberapa minggu lalu, saya terkena hepatitis A dan hasil USG ternyata empedu saya penuh dengan batu.
Penuhnya Empedu dengan batu tdk akan kita ketahui dlm keadaan normal, saya baru tahu setelah dokter melakukan USG Hati dan empedu. Menurut Dokter:
Operasi kantung empedu dgn mengangkat kantung empedu dengan operasi besar ataupun laparaskopi. Biaya yang akan kita keluarkan untuk operasi tsb berkisar antara 40-60 juta. (Untuk operasi saja)
Silahkan baca original artikel paling bawah dari Dr Lai Chiu-Nan, bagaimana mengeluarkan batu empedu tanpa operasi dan biaya sangat murah dan tidak merusak tubuh kita. Subhanallah saya telah mengikuti saran beliau dan alhamdulillah batu empedu ku keluar semua tanpa operasi. (Ini bukan detoxinasi, tapi seperti pembersihan perut). Hasil USG saya empedu telah penuh dengan batu, setelah melakukan treatment ini saya meminta USG kembali sebagai bukti. Ternyata benar...kantung empedu saya kosong... Entah bagaimana saya menyampaikan ucapan terimakasih ke Dr Lai Chiu-Nan, tapi saya cuma ingin sharing pengalaman sesuai niat Dr Lai Chiu-Nan membagi pengalaman kepada saudara2 kita dengan gratis.
Saran:
Bagi yang sehat...cobalah, karena saat kita sakit akut ataupun kronis gak enak rasanya. Ini adalah salah satu cara menghindari kanker dan tumor
Fungsi hati dan empedu:
Menetralisir racun di tubuh, Empedu menetralisir lemak yang kita asup ke dalam tubuh. Keduanya saling berkaitan... kalau kedua2nya bersih ...berarti kita telah menyehatkan tubuh kita agar normal fungsi keduanya.
Wasalam,

Sehat adalah milik kita semua..
Baik sekali apabila kita sekali-kali membersihkan kandung empedu kita.
============ ========= ========= ========= ===

MENGHILANGKAN BATU EMPEDU SECARA ALAMIAH
oleh Dr Lai Chiu-Nan
Ini telah berhasil bagi banyak orang. Apabila kejadian anda demikian juga, ayolah beritahu pada orang lain. Dr Chiu-Nan sendiri tak memungut biaya untuk informasinya ini, karena itu sebaiknya kita buat ini gratis juga.
Ganjarannya adalah bila ada orang yang karena informasi yang anda berikan menjadi sehat.
Batu empedu tak banyak dirisaukan orang, tapi sebenarnya semua perlu tahu karena kita hampir pasti mengindapnya. Apalagi karena batu empedu bisa berakhir dengan penyakit kanker. "Kanker sendiri tidak pernah muncul sebagai penyakit pertama" kata Dr Chiu-Nan.
"Umumnya ada penyakit lain yang mendahuluinya. Dalam penelitian di Tiongkok saya menemukan bacaan bahwa orang-orang yang terkena kanker biasanya ada banyak batu dalam tubuhnya.
Dalam kantung empedu hampir semua dari kita mengandung batu empedu.
Perbedaannya hanya dalam ukuran dan jumlah saja.. Gejala adanya batu empedu biasanya adalah perasaan penuh di perut ( ' nek, busung) sehabis makan. Rasanya kurang tuntas mencernakan makanan. Dalam kondisi parah ada tambahan rasa nyeri pada ginjal."
Bila anda menduga ada batu pada empedu anda, cobalah cara yang dianjurkan oleh Dr Chiu Nan untuk menghilangkannya secara alamiah. Pengobatan ini juga dapat dipakai bila ada keluhan gangguan hati, karena hati dan kandung empedu saling berkaitan.
Tata-cara pengobatannya adalah sebagai berikut:
1. Selama lima hari berturut-turut minumlah empat (4) gelas sari buah apel segar setiap hari, atau makanlah empat atau lima buah apel segar,
tergantung selera anda. Apel berkhasiat melembutkan batu empedu. Selama
masa ini anda boleh makan seperti biasa.
2. Pada hari ke-enam jangan makan malam. Jam 6 petang, telanlah satu sendok teh "Epsom salt" (magnesium sulfat, garam Inggris??) dengan segelas air hangat. Jam 8 malam lakukan hal yang sama. Magnesium sulfat berkhasiat membuka pembuluh-pembuluh kandung empedu. Jam 10 malam campurkan setengah cangkir minyak zaitun (atau minyak wijen) dengan setengah cangkir sari jeruk segar. Aduklah secukupnya sebelum diminum. Minyaknya melumasi batu2 untuk melancarkan keluarnyabatu empedu.
Keesokan hari Anda akan menemukan batu-batu berwarna kehijauan dalam limbah air besar anda. "Batu-batu ini biasanya mengambang," menurut Dr Chiu-Nan.
"Cobalah hitung jumlahnya. Ada yang jumlahnya 40, 50 sampai 100 batu.
Banyak sekali. Tanpa gejala apapun Anda mungkin memiliki ratusan batu yang berhasil dikeluarkan melalui metoda ini, walaupun mungkin tidak semuanya keluar.
Baik sekali apabila kita sekali-kali membersihkan kandung empedu kita.

1. Jenis Apel sebenarnya sama, cuma saya seneng yang manis...Kemaren aku makan Apel RRC yang sering diskon kalau di supermarket harga diskon per 100 gram 800-1000 (biasaya 1600)
2. Minum/makan apel selama 1 hari 4 (rata2) lima juga boleh.
3. Sebelumnya aku minum Jus asli apel. Cuma butuh waktu untuk mebuatnya.
Akhirnya selama 5 hari aku makan apel seger dari kulkas, kulitnya aku buang. Karena apel sekarang banyak yang dikasih lapisan lilin dan terkontaminasi sama pestisida... jadi aku buang kulitya, lalu aku potong kecil..dan dimasukkan ke kulkas...jadi saat kita mau makan, apelnya masih seger dan dingin.
4. Garam Inggris beli di apotik harga Rp2.500 (Tempat obat)
5. Minyak Zaitun kalau kita ke Supermarket namanya Olive Oil, harga 25-30 ribu satu botol. Di Apotek juga ada, aku beli di sana karena dekat rumah.
Guna Jeruk agar kita tidak muntah saat minum Minyak Zaitun, Jadi aduk yang rata...karena sebelumnya adukanku tidak rata...sehingga eneg, ..lalu aduk lagi biar tercampur dengan rata..karena minyak dan jeruk tidak bersatu atau Berat Jenisnya beda...

Pokoknya Subhanallah. .. 3 Dokter suruh aku Operasi... dengan treatment ini, keluar batunya.

"Orang yang hanya memikirkan diri sendiri, akan hidup sebagai orang kerdil dan mati sebagai orang kerdil. Tetapi orang yang mau memikirkan orang lain, ia akan
menjadi orang besar dan mati sebagai orang besar". (Sayyid Qutb)

Warm Regards.

16 September 2008

Zakat Fitrah Antara Makanan Pokok Dan Uang


WASPADA Online

Oleh H.M. Nasir, Lc, MA

Perintah puasa Ramadhan diwajibkan pada tahun ke-II Hijriah, pada tahun yang sama diwajibkan pula membayar zakat fitrah, bagi kaum muslimin, baik laki-laki atau perempuan, tua ataupun muda, hamba ataupun merdeka, yang berpuasa ataupun tidak puasa. Kewajiban berpuasa hanya dibebankan kepada orang-orang tertentu sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan di dalam Fikih Islam yaitu Islam, mukallaf, sanggup, sehat dan muqim (tidak musafir). Sedangkan kewajiban membayar zakat fitrah, berlaku kepada semua kaum muslimin meskipun tidak berpuasa. Barangkali inilah yang membedakan istilah "Zakat Fitrah: dengan "Zakat Fitri". "Zakat Fitrah" berarti "Zakat Diri", maka berlaku kepada semua individu muslim, dan "Zakat Fitri" berarti zakat yang diwajibkan karena telah melaksanakan ibadah puasa, dengan kata lain setelah berbuka puasa dari satu bulan penuh diwajibkan mengeluarkan sebagian makanan pokok, sebagai penutup kekurangan-kekurangan pelaksanaan ibadah puasanya dari hal yang sia-sia atau yang dapat mengurangi pahala puasanya.

Dan berdasarkan pengertian ini, sebagian ulama seperti Imam Waki' Ibnu al Jarrah menyamakan hikmah Zakat Fitrah sama dengan hikmah Sujud Sahwi dalam shalat, karena terlupa, atau shalat sunat rawatib untuk menutupi kekurangan shalat wajib yang telah dilaksanakan.Zakat Fitrah tidak sama dengan Zakat Harta, Zakat Perniagaan, Zakat Pertanian, Zakat Ternak, yang memiliki nishab (kadar tertentu) dan haul (cukup setahun), Zakat Fitrah tidak memiliki nishab dan haul, kalaupun dikatakan nishab ialah, memiliki makanan pokok yang lebih untuk kebutuhan satu hari satu malam hari raya Aidil Fitri, bila kriteria ini dipenuhi maka wajib mengeluarkan Zakat Fitrah.

Diriwayatkan dari jama'ah dari Abdullah bin Umar ra. bahwa Rasul Saw. mewajibkan Zakat Fitrah di bulan Ramadhan satu sha' (segantang) dari kurma, atau satu Sha' dari gandum, atas setiap orang yang merdeka atau hamba laki-laki atau perempuan dari kaum muslimin. Dan pada riwayat Bukhari ada tambahan, atas anak kecil atau orang tua, dan pada riwayat Abu Hurairah ada tambahan atas orang kaya dan orang fakir. Hadits di atas sebagai dasar hukum, bahwa Zakat Fitrah yang wajib dikeluarkan adalah berupa makanan pokok, seperti kurma, gandum, beras, jagung dan lain-lain, sesuai dengan makanan pokok yang dikonsumsi di negeri tertentu, dan yang dimaksud dengan makanan pokok adalah makanan yang dikonsumsi untuk kelangsungan hidup manusia di negeri itu baik pada musim senang ataupun pada musim sulit (Fiqh Zakat, al-Qardhawi 2: 945). Dan negeri kita ini rata-rata makanan pokoknya adalah beras, dan disesuaikan pula dengan jenis beras dan mutu yang dikonsumsi dengan Zakat Fitrah yang dikeluarkan, sehingga tidak ada perbedaan antara beras yang dikonsumsi dengan beras yang dizakati.

Membayar Zakat Fitrah berupa makanan pokok, disepakati keabsahan dan kesahihannya oleh Jumhur Fuqoha (mayoritas ulama Fikih) baik dari kalangan Malikiah, Syafiiah, dan Hanabilah karena berdasarkan hadits di atas. Tidak dibolehkan menyalahi Sunnah yang telah ditentukan oleh Rasul Saw., lagi pula Rasul Saw. telah menetapkan hak Mustahak (orang yang berhak menerima zakat) dalam bentuk makanan pokok. Dan menggesernya dari makanan pokok ke dalam bentuk uang, seyogianya mendapat persetujuan dari pada Mustahik (orang-orang yang berhak) dan itu sulit dilakukan, karena di Muzakki (orang yang mengeluarkan zakat) tidak akan menanyakan persetujuan asnaf yang delapan sebelum menunaikan zakat fitrahnya, dan sipenerima zakat itupun belum ditentukan pribadi-pribadinya. Masih menurut Jumhur (mayoritas) ulama, bahwa Zakat Fitrah adalah Ta'abudiah dan Ta'abudiah sifatnya Tauqifiah tidak boleh menggantinya dengan yang lain.

Menurut mazhab Hanafi, Umar bin Abdul Aziz, Hasan al Basri, Abu Ishak, Atho' dan lain-lain, mereka membolehkan berzakat fitrah dengan uang. Berdasarkan hadits nabi Saw: Aqhnuhum fi hazal yaum: cukupkan mereka (fakir miskin) pada hari ini, (hari raya Idul Fitri). Mencukupkan kebutuhan fakir miskin pada hari raya tidak mesti dengan makanan pokok, bisa juga dengan uang bahkan dengan uang lebih baik, karena dapat digunakannya untuk makan dan lain-lain. Lagi pula para sahabat nabi Saw. ada yang membayar Zakat Fitrah senilai setengah sha' (gantang) dari qamh (gandum yang belum digiling), karena senilai dengan satu sha' (gantang) kurma dan syair (gandum yang sudah dihaluskan). Ini berarti pernah dilakukan oleh para sahabat berzakat fitrah senilai dengan satu sha', meskipun alat penilai pada masa itu bukan dengan mata uang. Lalu persoalannya apakah mata uang belum ada pada masa Rasul Saw., sehingga beliau mencontohkan langsung berzakat dengan uang.

Diakui, bahwa uang sudah ada beredar pada masa Rasul Saw dalam bentuk Dinar (emas) Dirham (perak) meskipun itu bukan mata uang Arab, tapi adalah mata uang Romawi dan Parsi. Oleh karena jarangnya beredar mata uang tersebut di kalangan arab dan sulit ditemukan maka Rasul Saw. tidak menggunakan mata uang sebagai Zakat Fitrah di khawatirkan akan menyulitkan kaum muslimin (lihat Fikih Zakat Yusuf Qardawi 2 : 949). Masih menurut Almarhum Prof. Dr. Yuruf Qardawi, bahwa Raul Saw. tidak mencontohkan berzakat dengan uang karena nilai mata uang berobah-obah sesuai dengan perobahan masa. Lain halnya berzakat dengan takaran satu sha' (gantang) makanan pokok tidak akan berubah untuk selama-lamanya. Perbedaan pendapat antara jumhur dan Hanafiah tidak sebatas antara makanan pokok dan nilainya saja, tapi mereka juga berbeda pendapat tentang ukuran satu sha' (gantang) yang dipergunakan pada masa Rasul Saw. bila ditakar dengan takaran Internasional yaitu kilogram. Menurut pendapat jumhur ulama (Malikiah, Syafi'iyah, Hanabilan) 1 sha' (gantang) = 2751 gram atau 2,75 Kg. Berdasarkan riwayat Abi Said Al Khudry, dan hadits riwayat Daar Quthni dari Malik bin Anas.

Sedangkan menurut mazhab Hanafi, 1 sha' sama dengan 3800 gram atau 3,8 kg. Berdasarkan penafsiran hadits Tsa'labah bin Shair al-Uzry, dan demikian pula sha' (gantang) yang dimiliki oleh Umar ra. (lihat Fiqh Islam wa'adilatuhu, wahbah Az-Zuhaily 2 : 909). Perbedaan pendapat antara jumhur dan Hanafiah baik dari jenis yang dizakati atau nilainya, ataupun ukurannya, tidak dapat dihindari karena sulitnya mencari ukuran sha' yang dipakai oleh Rasul Saw. dan makanan pokok pada masa Rasul Saw. dan berzakat dengan beras, belum juga dikatakan mengikuti Rasul Saw, dengan sepenuhnya karena Rasul berzakat dengan kurma, gandum, susu kering, tentu akan menimbulkan kesulitan bagi kaum muslimin di negeri ini untuk mengikutinya. Oleh sebab itu berzakat fitrah dengan makanan pokok masih dalam penafsiran kontekstual terhadap hadits di atas.

Kedua pendapat di atas tidak ada larangan untuk mengamalkannya, sama ada berzakat fitrah dengan 2,75 kg beras atau dengan 3,8 kg beras, atau berzakat fitrah dengan uang senilai 3,8 kg beras, yang menjadi permasalahan adalah berzakat fitrah dengan uang senilai 2,75 kg beras yang terakhir ini tidak dibenarkan karena persoalan ini dipandang batal oleh kedua mazhab di atas, mazhab jumhur (mayoritas) ulama memandang tidak sah zakat fitrahnya karena memang tidak dibolehkan berzakat dengan uang. Sedangkan menurut mazhab Hanafi dipandang tidak sah juga karena tidak cukup nilai yang dizakati di dalam istilah Fiqih persoalan ini disebut Talfiq.

Semoga ibadah kita diterima Allah Swt. Amin. Wallahua'lam.
Pengirim : Administrator

25 Juni 2008

Nilai-nikai dalam KUNG FU PANDA (milis gunadarma)

Po, si Panda jantan, yang sehari-hari bekerja di toko mie aya.hnya, memiliki impian untuk menjadi seorang pendekar Kung Fu Tak disangka, dalam suatu kompetisi, Po dinobatkan sebagai Pendekar Naga yang dinanti-nantikan kehadirannya untuk melindungi desa dari balas dendam Tai Lung.

Saat menonton film animasi ini, saya seperti diingatkan tentang beberapa hal


1. The secret to be special is you have to believe you're special.
Po hampir putus asa karena tidak mampu memecahkan rahasia Kitab Naga, yang hanya berupa lembaran kosong. Wejangan dari ayahnya-lah yang akhirnya membuatnya kembali bersemangat dan memandang positif dirinya sendiri.
Kalau kita berpikir diri kita adalah spesial, unik, berharga kita pun akan punya daya dorong untuk melakukan hal-hal yang spesial. Kita akan bisa, kalau kita berpikir kita bisa. Seperti kata Master Oogway, You just need to believe


2. Teruslah kejar impianmu. Po, panda gemuk yang untuk bergerak saja
susah akhirnya bisa menguasai ilmu Kung Fu. Berapa banyak dari kita yang akhirnya menyerah, gagal mencapai impian karena terhalang oleh pikiran negatif diri kita sendiri? Seperti kata Master Oogway, Kemarin adalah sejarah, esok adalah misteri, saat ini adalah anugerah, makanya disebut Present (hadiah). Jangan biarkan diri kita dihalangi oleh kegagalan masa lalu dan ketakutan masa depan. Ayo berjuanglah di masa sekarang yang telah dianugerahkan Tuhan padamu.


3. Kamu tidak akan bisa mengembangkan orang lain, sebelum kamu
percaya dengan kemampuan orang itu, dan kemampuan dirimu sendiri. Master ShiFu ogah-ogahan melatih Po. Ia memandang Po tidak berbakat. Kalaupun Po bisa, mana mungkin ia melatih Po dalam waktu sekejap. Kondisi ini berbalik seratus delapan puluh derajat, setelah ShiFu diyakinkan Master Oogway
-gurunya- bahwa Po sungguh-sungguh adalah Pendekar Naga dan Shi Fu satu-satunya orang yang mampu melatihnya. Sebagai guru atau orang tua, hal yang paling harus dihindari adalah memberi label bahwa anak ini tidak punya peluang untuk berubah. Sangatlah mudah bagi kita untuk menganggap orang lain tidak punya masa depan. Kesulitan juga acap kali membuat kita kehilangan percaya diri, bahwa kita masih mampu untuk membimbing mereka.

4. Tiap individu belajar dengan caranya sendiri dan motivasinya
sendiri. Shi Fu akhirnya menemukan bahwa Po baru termotivasi dan bisa mengeluarkan semua kemampuannya, bila terkait dengan makanan. Po tidak bisa menjalani latihan seperti 5 murid jagoannya yang lain. Demikian juga dengan setiap anak. Kita ingat ada 3 gaya belajar yang kombinasi ketiganya membuat setiap orang punya gaya belajar yang unik. Hal yang menjadi motivasi tiap orang juga berbeda-beda. Ketika kita memaksakan keseragaman proses belajar, dipastikan akan ada anak-anak yang dirugikan.


5. Kebanggaan berlebihan atas anak/murid/diri sendiri bisa membutakan
mata kita tentang kondisi sebenarnya, bahkan bisa membawa mereka ke arah yang salah. Master ShiFu sangat menyayangi Tai Lung, seekor macan tutul, murid pertamanya, yang ia asuh sejak bayi. Ia membentuk Tai Lung sedemikian rupa agar sesuai dengan harapannya. Memberikan impian bahwa Tai Lung akan menjadi Pendekar Naga yang mewarisi ilmu tertinggi. Sayangnya Shi Fu tidak melihat sisi jahat dari Tai Lung dan harus membayar mahal, bahkan nyaris kehilangan nyawanya. Seringkali kita memiliki image yang keliru tentang diri sendiri/anak/murid kita. Parahnya, ada pula yang dengan sengaja mempertebal tembok kebohongan ini dengan hanya mau mendengar informasi dan konfirmasi dari orang-orang tertentu. Baru-baru ini saya bertemu seorang ibu yang selama 14 tahun masih sibuk membohongi diri bahwa anaknya tidak autis. Ia lebih senang berkonsultasi dengan orang yang tidak ahli di bidang autistik.
Mendeskreditkan pandangan ahli-ahli di bidang autistik. Dengan sengaja memilih terapis yang tidak kompeten, agar bisa disetir sesuai keinginannya.
Akibatnya proses terapi 11 tahun tidak membuahkan hasil yang signifikan.
Ketika kita punya image yang keliru, kita akan melangkah ke arah yang keliru.


6. Hidup memang penuh kepahitan, tapi jangan biarkan kepahitan
tinggal dalam hatimu. Setelah dikhianati oleh Tai Lung, Shi Fu tidak pernah lagi menunjukkan kebanggaan dan kasih sayang pada murid-muridnya. Sisi terburuk dari kepahitan adalah kita tidak bisa merasakan kasih sayang dan tidak bisa berbagi kasih sayang.


7. Keluarga sangatlah penting. Di saat merasa terpuruk, Po disambut
hangat oleh sang ayah. Berkat ayahnya pula Po dapat memecahkan rahasia Kitab Naga dan menjadi Pendekar nomor satu. Sudahkah kita memberi dukungan pada anggota keluarga kita?

Thank you sudah mengingatkan

13 Juni 2008

Lucu-lucuan (Di posting oleh dito di milist PKKT)

HP CANGGIH.

Di terminal kedatangan Bandara Cengkareng tampak seorang kolektor menunggu
rekan sejawatnya dari Amerika. Tiba saatnya pesawat landing dan sang
kolektor melihat rekan sejawatnya sedang memegang jari tangan sambil
mulutnya komat-kamit.
Sesampai di ruang tunggu sang kolektor bertanya, "Tadi saya lihat kamu
memegang jari sambil komat-kamit, kenapa?" (setelah diterjemahkan dalam
bahasa Indonesia). "Saya kabari keluarga di Amerika kalo saya sudah sampai,"
jawabnya. "Oh... jadi yang di jari anda itu Hand Phone (HP)?" tanya si
kolektor lagi. "Iya, ini saya beli waktu berkunjung ke Swiss," jawab si
Amrik.
Si kolektor tertarik pada HP temannya yang super mungil dan berniat
mengoleksinya. "Gimana jika HP itu saya bayar dengan harga mahal?" tanyanya.
Rekan sejawatnya ternyata menolak.
"Gimana jika kita sepakati untuk Tender Jalan Bawah Laut anda yang
kerjakan," kata sang kolektor penasaran. "Apapun akan saya lakukan demi HP
itu." Lalu sang kolektor menyiapkan surat perjanjian dan menyodorkannya.
Karena nilai proyek itu jauh lebih besar dari harga HPnya, si Amrik setuju.
Setelah surat-surat beres ditandatangani, ia lalu menyerahkan HPnya yang
berbentuk cincin ke sang kolektor dan juga menyerahkan dua buah kopor besar
yang dibawanya.
"Maaf, kopornya tidak termasuk dalam perjanjian," kata si kolektor
keberatan.
Dengan tenang si Amrik menjawab, "Ohh, ini adalah baterenya, tanpa ini HPnya
nggak akan bisa dipakai."

******************************
**

DRAKULA.

Ada 3 drakula, mereka sedang bikin kompetisi siapa yang paling kejam dan
sadis. Drakula yang paling muda dapat kesempatan duluan.
Tiba-tiba dia lari secepat kilat, terus 2 menit udah balik lagi. Mukanya
penuh berlumuran darah, seringainya serem. "Kalian lihat desa di seberang
bukit itu ?" Yang dua ngangguk, "Iya, lihat..." "Desa itu... habiis !"
Yang paling tua panas juga, dia juga pergi sekelebat, terus 1 menit kemudian
balik, mukanya juga penuh dengan cucuran darah. "Kalian lihat kota yang itu
?", katanya sambil mukanya nunjukin kalo dia bangga bener. "Iya, lihat",
yang dua ngangguk juga. "Kota itu juga habis !", katanya sambil tertawa
serem.
Drakula yang terakhir tambah panas, dia juga pengen show off. Akhirnya dia
juga lari sekelebat. Temennya yang dua terperanjat, soalnya belum sampai
setengah menit dia udah balik, dengan muka yang berlumuran darah juga.
Temennya yang dua berpikir dalam hatinya, "Gila nih drakula, sangar amat,
ternyata dia yang paling jago dan sadis !"
Sambil ngos-ngosan drakula terakhir itu teriak, "Kalian lihat tiang listrik
pas di belokan sana ?" "Lihat, lihat !", kata yang lain serempak. "Asli...
gua kagak lihat !!!"

*******

Kakek Tua


Seorang kakek tua berusia 85 tahun pergi mengunjungi dokter kelamin
Untuk memeriksa kandungan spermanya.

Sang dokter mengambil sebuah toples kecil dan berkata, "Bawa toples
Kecil ini pulang, dan bawa kembali esok hari dengan contoh sperma Anda
didalamnya."

Keesokannya kakek tua tersebut datang kembali ke klinik dan
Memberikan toples kecil itu kepada sang dokter. Akan tetapi toples kecil itu
Masih kosong seperti kemarin, bersih dan tidak ada sedikit sperma pun
didalamnya.
Sang dokter bertanya mengapa toples itu masih kosong, dan sang kakek tua
menjawab; "Begini dok, saya sudah coba dengan tangan kanan saya, tapi tidak
bisa. Saya coba dengan tangan kiri saya, tetap tidak bisa.
Lalu saya minta bantuan isteri saya. Ia gunakan tangan kanannya,
Tidak bisa. Ia gunakan tangan kirinya, tetap tidak bisa. Istri saya
Mencoba dengan mulut, tapi masih tidak bisa juga."

Kami akhirnya memanggil Arlin gadis tetangga sebelah. Ia mencoba
Dengan tangan kanan, tapi tidak bisa. Ia mencoba dengan tangan kiri, tetap
Tidak bisa.
Ia mencoba dengan kedua tangannya, masih tidak bisa juga. Dicoba
Diapit dengan ketiak Arlin masih tidak bisa juga.
Bahkan Arlin sudah mencoba dengan menjepit diantara kedua pahanya,
Tetapi tidak bisa juga." Ungkap kakek tua.

Bapak sampai minta bantuan gadis tetangga sebelah???" Tanya sang
Dokter sambil takjub.

"Iya, dan sampai sekarang saya, istri saya dan Arlin tetap tidak
Bisa membuka tutup toples ini." Jelas kakek tua.

*****

KENA BATUNYA
Ada seorang biarawati (suster) cantik dan seorang hippies naik bis kota bersama-sama. Hippies itu sangat bernafsu melihat suster tersebut.
Akhirnya ia tidak tahan dan berkata, "Maukah suster bercinta dengan saya?" Suster itu menjawab, "Tidak mungkin, kan saya seorang suster, kekasih Tuhan".
Akhirnya suster itu turun dari bis....Sopir bis yang bernama Bartje menguping pembicaraan itu, berkata pada hippies itu, "Kamu mau
bercinta dengan suster itu ? Bayar aku Rp 100.000,- , nanti saya kasih tahu rahasianya."
Hippies itu membayarnya, dan Bartje memberikan nasehatnya :
"Suster itu memiliki kebiasaan berdoa setiap Selasa malam di tempat suci di belakang gereja. Kamu harus berpakaian putih dan berkilau-kilau lalu berbuat seolah-olah kamu itu "Tuhan", dan memintanya untuk bersetubuh dengan kamu."
Hippies itu setuju dan menunggu hingga Selasa malam. Memang benar
suster itu datang berdoa dengan khusuk. Sehabis doa, hippies itu muncul dan berkata, "Aku akan kabulkan seluruh permintaan kamu, asalkan kamu mau bersetubuh dengan aku ?"
Suster itu menjawab, "Karena aku kekasih Tuhan, jadi aku bersedia.
Tetapi agar aku tetap perawan, sebaiknya dilakukan secara anal-sex."
(suster atau biarawati memang harus perawan sepanjang hidup). Hippies itu setuju lalu terjadilah persetubuhan itu.....
Selesai semuanya itu, hippies itu berteriak...., "Ha.. ha... ha...
aku bukan Tuhan.... Aku hippies." Suster itu juga berteriak, "ha... ha...
ha.. . aku juga bukan suster. Aku adalah Bartje (sopir Bis) "

*****
Reuni
Darsono, Wardi, Sugeng dan Jono janjian mengadakan reuni
di Restoran CJDW. Sambil makan, mereka berempat
ber-bincang² sambil bernostalgia.
Setelah makan Darsono pamit meninggalkan teman²nya sebentar
untuk nyanyi karaoke, "Minta lagu apa Rek? Last Kiss tah?"

Sambil mendengarkan Darsono nyanyi, teman²nya melanjutkan obrolan
mereka. "Bagaimana anak anakmu Geng?" tanya Wardi ke Sugeng.
Sugeng bercerita: "Oo, baik² saja, anak saya kan dua.
Yang cewek ikut suaminya jadi Kapolres di Medan. Sedangkan
yang cowok sudah jadi boss, pabriknya dua, pabrik sepatu
dan pabrik mie. Tapi ya gitu..., saya yang jadi bapaknya
saja ndak pernah dibelikan motor sama sekali, eeeh... pas
kemarin pacarnya ulang tahun dibelikan BMW 318i gress."

"Lha kalau anakmu War?" Wardi pun bercerita, "Anakku
tiga cowok semua, yang dua kerja di Amerika, yang
bonthot sekarang sudah jadi direktur developer rumah.
Tapi agak gendeng juga anak saya yang bonthot ini.
Rumah bapaknya sudah doyong dibiarkan aja, tapi waktu
kemarin pacarnya ulang tahun di belikan rumah baru."

"Kalau kabar anakmu bagaimana Jon?" Sekarang Jono yang
cerita, "Anak saya empat, cowok satu, cewek tiga.
Sekarang sudah pada mandiri. Yang paling sukses ya
anakku yang cowok. Sekarang jadi pialang saham.
Cuman ya agak nggak bener juga. Lha... saya ini nggak
pernah di kasih uang sama sekali, tapi kemarin waktu
pacarnya ulang tahun di kasih deposito 100 juta."

Setelah Jono cerita, Darsono selesai karaoke, "Nyritain
apa sih Rek?". "Ini lho Dar, pada nyritain anaknya,
gimana anakmu Dar?" tanya Jono. Setelah
nyalain rokok, Darsono mulai cerita:

"Anakku cuma satu, tapi payah. Aku ingin dia jadi ABRI,
eeeh malah jadi bencong. Sudah lima tahun dia buka salon,
dari dulu sampek sekarang ya teteeep aja nyalon. Tapi
meskipun bencong dia tetep anak ku. Apalagi dasarnya
anaknya itu baik, pergaulannya luas dan sayang sama
bapaknya. Setiap dapat rejeki saya pasti diberi.
Kemarin pas dia ulang tahun, ada temannya yang ngado
BMW 318i gress, rumah baru, dan deposito 100 juta.
Dia bilang semua itu buat bapak saja, dia
tetep seneng buka salon saja katanya.


*****
trick kalo mau cabut kantor lebih cepet...

Suatu sore, jam 4 di sebuah kantor di sekitar Sudirman ada seorang
pegawai kantor yang lagi bete... pingin pulang, tetapi belum jam pulang.
Si bos yang orang asing pasti gak ngijinin, bahkan sering nyuruh-nyuruh lembur.
Akhirnya sang pegawai punya ide...dia berdiri di atas mejanya dan
mengangkat satu tangannya ke atas.

Si bos kaget & nanyain: "What are you doing?"
Jawab si pegawai: " I am the lamp of this office". Si bos mikir... anak
buahnya stress kali. Akhirnya dia suruh pulang si pegawai.

Langsung begitu diijinkan pulang, berkemas-kemaslah dia. Ketika berjalan
keluar mendekati check clock, teman kantor yang duduk di sebelahnya pun
berkemas-kemas & mengikuti dia. Si bos bingung & menegur temannya itu.

"Where will you go?" tanyanya.
" Go home, sir. I cannot continue to work without the light of the lamp,
it's too dark.".............

*****************